Minggu, 31 Agustus 2014

Coretan Tangan di Bawah Langit Merah

Bulan tak menampakkan dirinya
Bintang pun tak ingin bersinggah bersamanya
Semua bersembunyi entah dimana
Atau hanya diriku yang tidak tau

Atau mungkin mereka marah
Langit gelap dan merah
Apa yang telah kulakukan?
Mengapa diriku tak menyadarinya

Ego berlari dalam diriku
Pikirku terlalu jauh berlari
Coba menggapai yang itu
Namun melupakan sosok ini

Anak macam apa aku ini
Bisanya menyusahkan
Tak tau terimakasih
Yang tau hannya bermain

Hari sudah mau berganti
Mengingatnya baru kini
Rasa sesal dan sedih menghampiri
Masih adakah waktu untuk memperbaiki

***

Ingin sekali aku berada didekatmu saat ini ibu..
Di hari ulang tahunmu
Kau yang selalu membimbing dan mengasihiku
Yang mengarahkanku dikala ku tak tau arah

Kini aku berada jauh darimu
Namun aku tetap merasa ada hadirmu disisiku
Bodohnya diriku
Baru ingat hari ini harimu
Sedang hari sudah mau berganti

Aku terlalu sibuk dengan urusanku
Hingga melupakan harimu
Sedangkan engkau
Sesibuk apapun dirimu
Engkau selalu mengingat diriku dan hariku

Maafkan aku, bu
Tak ada yang dapat kuberikan padamu
Hanya sedikit coretan tanganku
Yang kuharap suatu saat dapat dibaca olehmu
Entah kapan pun itu

Diriku akan berusaha sebaik mungkin untuk mu ibu
Untuk kalian, ayah, adik, juga ibu ku

[Ludena, 31.08.2014 ; 21:35]

Senin, 18 Agustus 2014

Bayangmu

Purnama datang
Ku petik satu bintang
Tuk lukis suatu bayang
Gambaran yang melayang

Ijinkanku melukis bayangmu
Bersama purnama malamku
Bayangmu yang hadir dalam pikiranku
Sedang menari dalam benakku

Kutulis saat malam purnama ~ Ludena

Penantian

Ku nanti
Dan ku nanti
Penantian yang tak kunjung henti
Namun yang dinanti malah pergi
Yang dinanti tak berhati
Yang dinanti berkeras hati
Yang dinanti tak berperi
Yang dinanti membuat ku sakit hati
Yang dinanti membatalkan janji
Yang dinanti membiarkanku sendiri
Yang dinanti membiarkanku bermuram diri
Yang dinanti tak mau mengerti
Yang dinanti sungguh tak punya ‘hati’
Yang dinanti tak kunjung kemari
Mungkin pertanda ia sudah tak peduli

~Ludena~

Jumat, 08 Agustus 2014

^^ Surat Cinta Anak TEKNIK INFORMATIKA ^^


Kamu datang disaat aku sedang Shut Down,
Hybernate dan Standby
Saat kubuka Windows kamarku di pagi hari, aku
melihat Screensaver wajahmu di awan.
Wajahmu cantik,
bagaikan di edit dengan Photoshop, Photoscape
atau aplikasi grafis lainnya
Tak pernah mataku buffer memandangmu...
kulitmu Lembut bagaikan kulit Apple
terus menari di Opera dalam pikiranku..
Kamulah My Dreamweaver ku
Kamulah Oracle...
Kamu selalu Online di hatiku saat yang lain
offline.
Saat baru Booting ku selalu mendoakanmu
Aku adalah Spyware mu
Aku mencari tahu Favorites dan History mu
Aku melakukkan checkdisk dan diskclean up
untukmu...
Kadang RAM-ku tak cukup kuat memikirkanmu,
kadang kau membuatku hang dan crashed,
Hardware ku selalu panas...
Kau adalah virus firstlove.exe yang menyerang
ke seluruh tubuhku
Avira,AVG, Smadav ataupun antivirus terhebat
sekalpun pun tak bisa me remove mu...
Kadang ku mau Format, bahkan install ulang
diriku
agar aku bisa me remove mu dari hardisk ku
karena ku tak bisa uninstall ataupun delete kau.
karena kau sudah di Write-Protected di hatiku...
Dan data datamu sudah aku Back-up di otakku..
Maaf selama ini aku tak bisa directX
mengungkapkan perasaanku padamu
aku tak bisa command prompt diriku..
sebagai gantinya, selama ini aku hanya mengirim
spam saja padamu
atau hanya sinyal lewat wireless..
karena jadwal maintenance ku.
Aku tak bisa menekan CTRL+alt+Delete...
Karena Task manager has been disabled by
administrator
Tapi kenapa jika kita bertemu aku selalu Not
Responding...
Dengan melihatmu pikiranku langsung Ubuntu...
Padahal bahasa pemrograman kita sama,
Bahasa Java...
Tolong jangan Close this Program
Karena if you close this program you might lose
information
Aku mohon Wait until this Program Responding.
Allow access this Program
Atau Turn off Firewall mu.
Hatiku ini Open Sources...
Aku ingin Upload hatiku untukmu dan Download
hatimu untukku
Aku yakin suatu saat nanti kita akan menjadi
suatu Embedded System..
Dan kita bisa Plug and Play...
Aku berjanji tak akan mempartisi Disk ku untuk
yang lain.
Aku ingin diriku ini kau Bookmark
Dan kau jadikan My Favorites...
Di Server ini....

Sumber : Copas2an :D

Sabtu, 02 Agustus 2014

Anak Belajar dari Nilai yang Melingkupinya

Jika anak hidup dengan kecaman, mereka belajar untuk mengutuk.
Jika anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk berkelahi.
Jika anak hidup dengan ketakutan, mereka belajar untuk tercekam kekuatiran.
Jika anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihi diri sendiri.
Jika anak hidup dengan cemo’ohan, mereka belajar untuk menjadi pemalu.

Jika anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk iri hati.
Jika anak hidup dengan toleransi, mereka belajar untuk bersikap sabar.
Jika anak hidup dengan dorongan semangat, mereka belajar untuk menjadi percaya diri.
Jika anak hidup dengan pujian, mereka belajar untuk memberikan penghargaan.

Jika anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar untuk menyukai diri sendiri.
Jika anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk menemukan cinta di dunia ini.
Jika anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar untuk memiliki Tuhan.
Jika anak hidup dengan kebiasaan saling berbagi, mereka belajar untuk bermurah hati.

Jika anak hidup dengan kejujuran dan keadilan, mereka belajar memahami apa itu kebenaran & keadilan.
Jika anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk percaya pada diri sendiri dann pada orang di sekelilingnya.
Jika anak hidup dengan persahabatan, mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang menyenangkan untuk dihuni.
Jika anak hidup dengan ketentraman, mereka belajar untuk memiliki ketenangan pikiran.




[Dorothy L. Nolte]